Rabu, 30 Maret 2011

BAHASA INDONESIA (TUGAS II) 3. LAPORAN

Nama               :           Amelia Indah Sari
NPM               :           11208498
Kelas               :           3EA10
Tugas               :           Softskill Bahasa Indonesia 2


BAHASA INDONESIA (TUGAS II)

3. LAPORAN
3.1  LATAR BELAKANG
Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan dari seseorang atau suatu badan hukum sehubungan dengan tugas yang dibebankan kepadanya dan bersifat fakta. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat,didengar,atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan. Kemudian laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.
Dalam pembuatan suatu laporan formal bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik,jelas dan teratur.
Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan,melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur,jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain.
Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari,kecuali penggunaan kata”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.

3.2 MASALAH
            Definisi laporan dan sistematika penulisannya?

3.3 PEMBAHASAN
3.3.1 Definisi Laporan
            Laporan merupakan sajian fakta secara objektif mengenai suatu peristiwa.  Laporan kemudian diartikan sebagai suatu cara komunikasi untuk menyampaikan hal-hal penting kepada seseorang atas suatu badan hukum sehubungan dengan tugas yang dibebankan kepadanya.
            Laporan juga berguna untuk kepentingan-kepentingan berikut:
1.      Mengatasi suatu masalah,
2.      Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif,
3.      Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah,
4.      Mengadakan pengawasan dan perbaikan, dan
5.      Menemukan teknik-teknik baru.

3.3.2 Jenis-Jenis Laporan
Menurut jenisnya laporan dibedakan atas laporan formal dan laporan non formal.
Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. ada halaman judul
b. ada surat atau pernyataan penyesalan
c. ada daftar isi
d. ada ikhtisar atau abstrak
e. ada pendahuluan, isi, dan penutup
Laporan non formal adalah laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal di atas.
Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.

3.3.3 Bentuk Laporan
Berdasarkan bentuknya laporan dibedakan atas:
a. Laporan berbentuk formulir isian
b. Laporan berbentuk surat
c. Laporan berbentuk memorandum atau nota
d. Laporan jurnalistik
e. Laporan ilmiah/penelitian (makalah, skripsi tesis, dan disertasi)
f. Laporan percobaan
g. Laporan hasil pengamatan
h. Laporan perjalanan

3.3.4 Sistematika Laporan
  1. Judul
  2. Tim Pembimbing
  3. Kata Pengantar
  4. Abstrak
  5. Daftar Isi
  6. Bab Pendahuluan
  7. Bab Kepustakaan
  8. Bab Metode Penelitian
  9. Bab Pembahasan Hasil Penelitian
  10. Bab Kesimpulan dan Rekomendasi
  11. Daftar Pustaka
  12. Lampiran-Lampiran
  13. Riwayat Hidup

3.3.5 Contoh Laporan
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas terselesaikannya laporan Bahasa Indonesia ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Asrie Wahyu Senja Tjahya, sebagai guru Bahasa Indonesia kami. Laporan ini berisikan hasil diskusi panel yang telah kami laksanakan pada tanggal 2 September 2009 yang disusun secara sistematis.

Dalam laporan ini kami berusaha untuk memberitahukan kepada pembaca mengenai kiat-kiat untuk menjadi cantik, mudah, dan murah dari bahan – bahan alami. Untuk itu melalui laporan ini kami berusaha menjelaskan dengan sebaik-baiknya agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para pembacanya.

Laporan ini disusun melalui sumber-sumber yang akurat dalam proses pembuatanya sehingga tidak ada keraguan di dalamnya sehingga pembaca dapat dengan yakin membaca atu pun menjadikan laporan ini menjadi sebuah resensi bagi Anda.     
           
Laporan Hasil Diskusi Panel
·         Tema                     : Tips untuk mempercantik diri
·         Tujuan                   : Untuk menginformasikan sekaligus mempengaruhi pembaca
  mengenai tips cantik, murah, dan mudah di rumah
·         Tanggal                 : 2 September 2009
·         Waktu                   : 11.45 s.d. 12.00 WIB
·         Tempat                  : Ruang Bahasa Indonesia 2, SMA Negeri 42 Jakarta
·         Kelompok             : 2
·         Kelas                     : XII IPA 2
Pembicara                    : 1. Adi Kurniawan
                                      2. Sona Salsabila
            Ketua / Moderator      : Farhan Febriansyah
            Notulis / Penulis          : Arfianty Andaryani
            Anggota                      : (terlampir)
·         Permasalahan        : Ada beberapa peserta yang kurang tenang selama
  berlangsungnya diskusi panel
·         Kesimpulan           : Untuk mempercantik diri tidaklah memerlukan biaya yang
  mahal karena pergi ke salon kecantikan, selain itu kita juga
  tidak perlu khawatir dengan bahan – bahan yang dipergunakan
  dalam buku ini karena kita meracik sendiri bahan – bahan
  yang digunakannya, seperti cuka, teh basi, serta kemiri.

Jakarta, 2 September 2009


Notulis,                                                                       Ketua / Moderator,





    Arfianty Andaryani                                                                        Farhan Febriansyah
Pertanyaan      :

  1. Ulfah Fauziyah – Kelompok 1
Dalam penjelasan Adi, contoh bahan-bahan yang dapat dipakai untuk perawatan rambut adalah cuka, kemiri, dan teh basi. Mengapa bahan-bahan tersebut dapat dipakai? Apa kandungan yang terdapat di dalam bahan-bahan tersebut?

  1. Armita Prilia Nestri – Kelompok 7
Kita semua tahu bahwa pada saat ini di salon-salon juga sudah banyak yang menawarkan jasa perawatan tradisional. Apa jaminannya menerapkan perawatan tersebut di rumah dengan mengikuti petunjuk dari buku tersebut lebih efisien uang dan kualitasnya lebih terjamin jika dibandingkan dengan melakukan perawatan tersebut di salon?

  1. Hillan Fadlirrahman – Kelompok 4
Kita semua tahu bahwa cuka mengandung bahan kimia yang dapat merusak. Apa efek sampingnya bila memakai cuka tersebut untuk perawatan?

  1. Ardhan Pratama Yoga – Kelompok 5
Apakah ada tips untuk perawatan kulit? Seperti apa? Seperti untuk penghilang luka, apakah ada?


Jawaban          :

  1.  

  1. Dengan melakukan perawatan ini di rumah jaminan lebih efisien uang adalah kita menggunakan bahan-bahan dapur yang telah tersedia di rumah. Selain itu kita juga dapat menghemat karena bahan-bahan dapur yang basi pun seperti teh dapat kita pergunakan untuk perawatan. Jadi kita tidak khawatir jika ada sisa teh yang tidak terpakai akan terbuang begitu saja. Untuk masalah kualitas, kita juga tidak perlu khawatir karena bahan yang akan kita pergunakan dalam perawatan ini kita racik sendiri. Jika di salon walaupun disana terpampang “perawatan tradisional”, tetapi kita tidak dapat memastikan apakah bahan-bahan tersebut memang benar-benar alami tanpa campuran apapun. Jika kita melakukannya di rumah, kita bias lebih yakin karena kita membuat seluruh bahannya sendiri.

  1. Di dalam buku ini, semua jenis perawatan pasti telah diuji khasiatnya. Penulis tidak mungkin asal dalam menulisnya karena penulis tidak mungkin membahayakan bagi pembacanya. Semua yang Ia tulis dalam bukunya tersebut pasti sudah si sortir.

  1. Tips untuk penghilang luka juga ada di dalam buku ini. Untuk lebih jelasnya, saya menyarankan saudara Ardhan untuk membaca buku ini, penjelasannya ada pada halaman 22. Saudara Adi juga sudah pernah mempraktekannya di rumah menggunakan madu dan khasiatnya terbukti. Dapat saya jelaskan sedikit di sini, untuk penghilang luka dapat menggunakan kentang. Caranya mudah. Parut kentang secukupnya lalu balurkan pada bekas luka. Lakukan setiap hari, dan bekas lukapun akan hilang.


INTISARI
            Polusi di Indonesia bukanlah hal yang asing lagi kita dengar. Penampilan tidak hanya untuk pelajar, ibu rumah tangga, maupun orang kantoran harus memiliki penampilan yang baik agar terlihat enak oleh orang lain. Salah satu yang harus diperhatikan adalahh rambut. Apabila rambut kita kering atau berantakan maka orang lainpun menilai kita tidak dapat merawat panampilannya.
Buku ini membahas tentang tips mudah dan murah merawat tidak hanya rambut tetapi wajah serta kulit juga. Contohnya yaitu menggunakan teh basi, kemiri, serta cuka dapur. Bahan – bahan tersebut mungkin terdengar aneh, akan tetapi bahan – bahan tersebut cukup berguna jika kita yakin untuk melakukan eksperimen tips dalam buku ini. Kemudian teh basi, teh basi digunakan untuk menghentikan kerontokan dan menyuburkan rambut. Kemiri digunakan untuk menghitamkan rambut. Sedangkan cuka dapur untuk membuat rambut lembut dan bersinar, selain itu cuka dapur juga dapat membersihkan rambut dari berbagai kotoran dan minyak berlebih di kulit kepala.
Cara – cara tradisional tersebut membuktikan bahwa untuk mempercantik diri serta merawat diri kita tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak. Jika kita yakin cara ini dapat berhasil, mengapa tidak untuk melakukannya dengan rutin? Berikut ini adalah beberapa cara – cara perawatan yang dipaparkan dalam buku tersebut.

Menggunakan teh basi
°  Buat teh tanpa menggunakan pemanis apapun agar tidak di semuti
°  Inapkan atau diamkan selama 1 malam
°  Lalu keramaslah menggunakan teh basi tersebut

Menggunakan kemiri
°  Tumbuklah 5 biji kemiri hingga halus, kemudian sangria
°  Campurkan sedikit air ke dalam sangraian kemiri tersebut hingga mengeluarkan minyak
°  Oleskan minyak kemiri tersebut ke kepala seraya dipijat dan diamkan selama kurang lebih 30 menit
°  Bilas hingga bersih

Menggunakan cuka dapur
°  Campurkan ½ cangkir cuka dengan 1 liter air
°  Bilas rambut menggunakan campuran air dan cuka tersebut
°   
RESENSI



Judul Buku      : 199 Tips Cantik Mudah dan Murah dari Rumah
Pengarang       : Andini
Penerbit           : Media Pressindo, Yogyakarta
Tahun Terbit    : 2009
Tebal Buku      : 96 halaman


            Buku berjudul 199 Tips Cantik Mudah dan Murah dari Rumah yang kami jelaskan pada hari ini berisikan tentang berbagai cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk memperoleh perawatan kecantikan tubuh. Buku karangan Andini ini memberikan banyak pengetahuan bagi pembaca dalam memanfaatkan bahan – bahan alami yang ada di sekitar kita menjadi sesuatu yang layak digunakan untuk menunjang kesehatan kulit, wajah, dan rambut.
            Buku ini disampul dengan cover yang ditaburi gambar serta warna yang semenarik mungkin sehingga membangkitkan minat pembaca untuk membaca buku ini lebih dalam. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuat pembaca menjadi lebih mudah untuk membawa buku ini kemana pun, termasuk ketika pembaca sedang mempraktekkan setiap langkah yang diberikan.
            Meski penerbit tidak mengklasifikasikan setiap objek yang akan ditangani ataupun pengurutan bahan alami yang digunakan secara berkelompok, pembaca tetap dapat mengerti akan setiap bahasan yang dijelaskan dikarenakan penjelasannya yang lengkap dan disertai langkah – langkah singkat dan padat. Selain itu jika pembaca ingin membaca bagian tertentu, pembaca dapat melihat pada bagian daftar isi sehingga dapat mempermudah pembaca. Pada bagian awal buku tersebut, sebelum materi disajikan, Andini memberikan penjelasan serta saran terlebih dahulu bagi jenis kulit yang sensitife dan lain sebagainya.

3.4 SIMPULAN
Laporan merupakan sajian fakta secara objektif mengenai suatu peristiwa.  Laporan kemudian diartikan sebagai suatu cara komunikasi untuk menyampaikan hal-hal penting kepada seseorang atas suatu badan hukum sehubungan dengan tugas yang dibebankan kepadanya.
            Laporan juga berguna untuk kepentingan-kepentingan berikut:
1.      Mengatasi suatu masalah,
2.      Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif,
3.      Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah,
4.      Mengadakan pengawasan dan perbaikan, dan
5.      Menemukan teknik-teknik baru.

Berdasarkan bentuknya laporan dibedakan atas:
a. Laporan berbentuk formulir isian
b. Laporan berbentuk surat
c. Laporan berbentuk memorandum atau nota
d. Laporan jurnalistik
e. Laporan ilmiah/penelitian (makalah, skripsi tesis, dan disertasi)
f. Laporan percobaan
g. Laporan hasil pengamatan
h. Laporan perjalanan

Sistematika Laporan
  1. Judul
  2. Tim Pembimbing
  3. Kata Pengantar
  4. Abstrak
  5. Daftar Isi
  6. Bab Pendahuluan
  7. Bab Kepustakaan
  8. Bab Metode Penelitian
  9. Bab Pembahasan Hasil Penelitian
  10. Bab Kesimpulan dan Rekomendasi
  11. Daftar Pustaka
  12. Lampiran-Lampiran
  13. Riwayat Hidup

3.5 DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar