Selasa, 26 April 2011

BAHASA INDONESIA (TULISAN) ABSTRAK

Nama               :           Amelia Indah Sari
NPM               :           11208498
Kelas               :           3EA10
Tugas               :           Softskill Bahasa Indonesia 2


BAHASA INDONESIA (TULISAN)

ABSTRAK

1         LATAR BELAKANG
Menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan
2        MASALAH
1.      Konsep utama abstrak?
2.      Tujuan/fungsi abstrak?
3.      Isi abstrak?
4.      Tipe abstrak?
5.      Kualitas abstrak yang baik?
6.      Langkah untuk menulis abstrak yang efektif?
7.      Tips abstrak?
8.      Contoh abstrak?

3        PEMBAHASAN
1.      Dua konsep utama dalam membuat abstrak:
1        Conciseness
2        Significance
2.      Fungsi/Tujuan abstrak yaitu :
1.      Current awareness: memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
2.      Menghemat waktu pembaca /
3.      Melanjutkan membaca atau tidak ?
4.      Menghindari terjadi duplikasi tulisan
5.      Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis
3.      Isi dari Abstrak:
·         Tujuan (Purpose)
o   Apa alasan penulis ?
o   Apa ide utama (main idea) dari penulis ?
·         Cakupan (Scope)
o   Apa yang menjadi fokus penulis ?
o   Dimana yang menjadi konsentrasi dari penulis ?
·         Metode (Method)
o   Jenis-jenis temuan yang ditampilkan penulis ?
o   Bagaimana penulis meyakinkan pembaca tentang validitas dari ide utamanya ?
·         Hasil (result)
o   Apa konsekuensi dari permasalahan atau isu yang didiskusikan penulis ?
·         Rekomendasi (recommendations)
o   Apa solusi yg ditawarkan penulis ?
o   Apakah penulis merekomendasikan perubahan atau aksi tertentu ?
·         Kesimpulan (conclusions)
o   Apakah penulis menggambarkan hubungan “cause & effect” ?
o   Apa kesimpulan yang dibuat oleh penulis dari studi yang dilakukannya ?

4.      Tipe abstrak :
1        Descriptive Abstract
1.      Berisi informasi yang terdapat pada tulisan
2.      Berisikan tujuan, metode, dan cakupan dari tulisan
3.      Tidak mencakup hasil, kesimpulan dan rekomendasi
4.      Biasanya sangat pendek
5.      Memperkenalkan kepada pembaca tentang subjek dari tulisan
2        Informative abstract:
1.      merupakan substitusi dari dokumen
2.      Berisi spesifik informasi dari tulisan
3.      versi miniature dari dokumen yang mencakup tujuan, metode, cakupan, hasil, kesimpulan dan rekomendasi dari tulisan
4.      Pendek, biasanya 10 % dari panjang tulisan
5.      Biasanya digunakan dalam laporan penelitian
3        Abstrak
Merupakan overview dari seluruh essay/laporan/tulisan
4        Pendahuluan (Introduction)
Merupakan gambaran umum dari permasalahan, alasan dan latar belakang kenapa permasalahan yang akan dikembangkan tersebut penting.
5.      Kualitaas yang baik pada abstrak :
·         Menggunakan satu atau beberapa paragrap yang baik, merupakan satu kesatuan (unified), koheren, concise dan dapat berdiri sendiri (able to stand alone)
·         Mengikuti kronologis dari tulisan
·         Adanya transisi secara logika diantara informasi yang diberikan
·         Tidak menambahkan informasi baru, hanya meringkas laporan/tulisan
·         Dapat dimengerti oleh banyak pembaca
6.      Langkah untuk menulis abstrak yang efektif :
1.      Baca ulang artikel, paper atau laporan
·         Lihat secara spesifik bagian-bagian utama dari tulisan:tujuan, metode, cakupan, hasil, kesimpulan, dan rekomendasi
·         Gunakan heading, outline dan daftar isi sebagai bantuan untuk menulis abstrak
·         Jika menulis abstrak dari tulisan orang lain, bagian pendahuluan dan kesimpulan merupakan tempat yang baik untuk memulai. Biasanya mencakup apa yang ditekankan (main idea) dari tulisan tsb.
2.      Tulis Draft Kasar, tanpa melihat tulisan lagi
·         Jangan hanya mengkopi kalimat kunci dari tulisan: Anda akan mendapatkan informasi yang terlalu banyak atau informasi yang terlalu sedikit.
·         Buat ringkasan informasi dengan bahasa sendiri
3.      Revisi Draft Kasar tersebut dengan:
·         Membetulkan kesalahan strukturnya
·         Tingkatkan transisi dari point satu ke point lainnya
·         Buang informasi yang tidak berguna
·         Tambahkan informasi yang tertinggal
·         Hilangkan kata-kata yang tidak perlu
·         Betulkan kesalahan ejaan, grammar, dsb.
4.      Cetak dan baca lagi
7.      Tips abstrak:
·         Buat supaya pekerjaan Anda terkesan menarik
·         Hindari bahasa yang panjang dan kompleks
·         Hindari penggunaan jargon (hyperbolis)
·         Tetapkan batasan kata dalam setiap kalimat
·         Pastikan bahwa abstrak sudah mencakup seluruh point penting dalam tulisan
·         Abstrak pendek (100-300 kata) untuk artikel dan paper biasanya dalam satu paragraph sedangkan abstrak yang lebih panjang, untuk tesis dan laporan bisa dalam beberapa paragrap
8.      Contoh abstrak:
CONTOH ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH

Mamudji, Sri. “Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan.” Majalah Hukum Dan Pembangunan 3 (Juli-September 2004): 194-209.
Berawal dari ketidakpuasan akan proses pengadilan yang memakan waktu relatiF lama, biaya yang mahal, dan rasa ketidakpuasan pihak yang merasa sebagai pihak yang “kalah”, dikembangkan mediasi sebagai salah satu cara penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Selain itu, pengembangan mediasi juga didukung oleh berbagai faktor yaitu, (1) cara penyelesaiannya dikenal di berbagai budaya, (2) bersifat non adversial, (3) mengikutsertakan baik pihak yang langsung berkaitan maupun pihak yang tidak langsung berkaitan dengan sengketa dalam perundingan, (4) bertujuan win-win solution. Mediasi adalah negosiasi lanjutan, yaitu perundingan yang dibantu oleh pihak ketiga netral yang keberadaannya dipilih oleh para pihak. Mediator tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Di dalam melakukan perundingan dikenal dua teknik yaitu perundingan yang bertumpu pada posisi dan perundingan yang bertumpu pada kepentingan. Keberhasilan mediasi ditentukan oleh kecakapan mediator, oleh karena itu mediator harus menguasi berbagai keterampilan dan teknik. Agar dapat membantu para pihak menyelesaikan sengketa dan dapat menawarkan alternatif penyelesaian, mediator harus dapat memetakan apa yang menjadi penyebab konflik. Hal ini dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap sikap, persepsi, pola interaksi, dan komunikasi yang ditunjukkan para pihak dalam perundingan. Menurut Moore, ada tiga tipe mediator, yaitu, (1) mediator jaringan sosial (social network mediator), (2) mediator otoritatif (authoritative mediator), (3) mediator mandiri (independent mediator). Di Indonesia, penyelesaian sengketa melalui mediasi dikenal tidak hanya dalam masyarakat tradisional tetapi telah diatur dalam berbagai undang-undang, misalnya Undang-undang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-undang Perlindungan Konsumen, Undang-undang tentang Kehutanan,  Undang-undang tentang Perselisihan Hubungan Industrial, Undang-undang tentang Arbitrasi dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Untuk mediasi di pengadilan, Mahkamah Agung telah mengeluarkan Peraturan MA tentang Prosedur Mediasi Si Pengadilan.

CONTOH ABSTRAK LAPORAN PENELITIAN/ SKRIPSI/ TESIS/DISERTASI
Pattinama, Tisha Sophy. “ Fungsi Akta Perdamaian Yang Dibuat Oleh Notaris Sebagai Pejabat Umum (Dalam Penyelesaian Perselisihan Jual Beli Telpon Umum Tunggu).” Tesis, Magister, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006, vii + 66 halaman. Biliografi 30 (1980-2006).
Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan data sekunder sebagai sumber datanya. Yang menjadi permasalahan adalah mengapa perjanjian damai yang dibuat notaris merupakan alternatif penyelesaian perselisihan jual beli telpon umum tunggu, dan bagaimana kekuatan hukum akta perjanjian perdamaian terhadap para pihal yang berselisih? Perselisihan jual beli dapat diselesaikan melalui dua cara yaitu melaui pengadilan dan di luar pengadilan. Proses penyelesaian di pengadilan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit sehingga proses penyelesaian tidak efektif. Hal ini berbeda dengan penyelesaian di luar pengadilan yang dilakukan secara damai dan sukarela. Dalam penyelesaian segketa jual beli telpon umum tunggu antara PT AC dan PT BS kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan secara damai dan sukarela. Sebagai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah dan mufakat adalah cara yang paling efektif sehingga perjanjian perdamaian yang dibuat oleh notaris menjadi alternatif penyelesaian perselisihan antara PT AC dan PT BS. Akta perdamaian yang dibuat oleh notaris dianggap sebagai akta yang otentik mempunyai kekuatan pembuktian lahiriah, formal dan material, sehingga  mempunyai kekuatan mengikat sama dengan putusan hakim pada tingkat akhir.

CONTOH ABSTRAK PERATURAN

UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN LN NO. 55 TAHUN 1974 TLN NO. 3041.

ABSTRAK:    
·         Untuk mewujudkan Pegawai Negeri yang bermental baik, berwibawa, berdaya-guna, bersih, bernutu tinggi, dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas   pemerintahan dan pembangunan perlu adanya suatu undang-undang sebagai landasan pelak-sanaan pembinaan Pegawai Negeri.

·         Dasar hukum undang-undang ini adalah  Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 27, dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.


·         Undang-undang ini mengatur tentang pengertian, ketentuan umum, pembinaan Pegawai Negeri Sipil kewajiban, hak, dan pejabat negara, Pembinaan Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indo-nesia, dan ketentuan peralihan. 

CATATAN :     
·         Undang-undang ini dirubah dengan 

·         Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

4        DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar